Perguruan Tinggi
Universitas, institut, sekolah tinggi, politeknik, maupun lembaga pendidikan tinggi lainnya.
PT Java Cola Indonesia membangun kerja sama dengan perguruan tinggi, fakultas, program studi, LPPM, pusat riset, laboratorium, perusahaan, pemerintah, investor, dan institusi lain yang memiliki agenda inovasi, hilirisasi, pengembangan produk, industri, atau komersialisasi.
Struktur kerja sama disesuaikan dengan mandat, aset pengetahuan, kapabilitas, dan tujuan masing-masing organisasi.
Universitas, institut, sekolah tinggi, politeknik, maupun lembaga pendidikan tinggi lainnya.
Fakultas, program studi, LPPM, pusat studi, pusat unggulan, laboratorium, dan unit inovasi.
Perusahaan, brand owner, mitra teknologi, manufaktur, pemasok, maupun mitra pengembangan produk.
Institusi pemerintah, lembaga riset, investor, distributor, mitra pasar, dan organisasi strategis lainnya.
Struktur ini menjaga agar hubungan kelembagaan, pengguna, proyek, dokumen, dan output tidak tercampur.
Contoh: universitas, fakultas, prodi, pusat riset, perusahaan, atau lembaga.
Fakultas, prodi, laboratorium, pusat studi, divisi, atau unit kerja.
Pimpinan, PIC, dosen, peneliti, inventor, reviewer, dan tim.
Program hilirisasi, co-development, pengembangan produk, dan proyek bersama.
Tidak semua mitra harus menggunakan bentuk kerja sama yang sama. Ruang lingkup ditetapkan berdasarkan tujuan, kesiapan, kontribusi, dan tanggung jawab masing-masing pihak.
Pengelolaan portofolio hasil riset menuju kesiapan produk, industri, dan pasar.
Pengembangan bersama teknologi, formula, prototipe, produk, atau solusi.
Pemanfaatan IP, know-how, formula, teknologi, dan hasil pengembangan berdasarkan kesepakatan para pihak.
Kolaborasi manufaktur, scale-up, supply, distribusi, akses pasar, investasi, dan pertumbuhan.
Calon mitra tidak perlu langsung masuk Portal Mitra. Portal digunakan setelah hubungan kerja dan akses organisasi telah dibentuk.
Identifikasi organisasi, unit, kebutuhan, dan tujuan kerja sama.
Tentukan agenda kolaborasi, aset riset, proyek, kapabilitas, dan kebutuhan pendukung.
Tetapkan peran, PIC, deliverable, tata kelola, data, dan mekanisme kerja.
Proyek, tim, milestone, dokumen, dan output mulai dikelola.
Organisasi dan anggota yang diberi akses menggunakan workspace proyek bersama.
Mulai dari percakapan institusional. Setelah ruang lingkup dan struktur kerja terbentuk, proyek dapat diaktifkan di Portal Mitra.